Tadi malam saya sempatkan waktu berkunjung di salah
satu saudara di kawasan Griya Santa, meskipun kondisi badan kurang fit. Bukan
tanpa alasan saya ketempat itu, karena orang yang saya kunjungi adalah seorang
pengusaha lokal yang bergerak di bidang “repacking” kue. Bersama dengan adik,
saya datang ke tempat itu untuk belajar tentang usaha yang telah dijalaninya
tersebut.
Kira-kira pukul 19.00 saya bersama adik saya sampai
di rumah saudara tersebut, diawali dengan perbincangan kecil, ngobrol
kemana-mana dan sampailah pada tujuan yang saya inginkan. Saudara tersebut
mengawali cerita tentang awal usaha yang dirintis sejak 2002 tersebut. Awalnya,
didasari dengan masalah keuangan keluarga yang semakin menipis, mulailah
tergerak hatinya untuk mencari tambahan penghasilan, yang sekedar untuk
mengurangi beban hidup keluarganya. Dibantu tetangganya yang kebetulan
mempunyai usaha repacking kue, dengan cara meminjami kue dan alat packing,
mulailah dikerjakan pekerjaan itu sedikit demi sedikit. Dia berusaha untuk
memasarkan sendiri kue hasil packingnya tersebut ke toko-toko disekitar
rumahnya, lama kelamaan mulai berkembang usahanya, sehingga bisa menambah
kuantitas kue dan toko-toko tempat dia menitipkan kue, bahkan hanya beberapa
bulan saja penjualannya sampai di kawasan Dinoyo.
Memang keberuntungan bisa datang kapan saja, dimana
saja, selama tuhan menghendakinya, itulah kira-kira ungkapan yang saya tangkap
dari pernyataan dia. Betapa tidak, ketika usahanya sudah mulai berkembang,
tetangganya yang membantu usaha tutup, dan outlet yang dimiliki disewakan, maka
tanpa berpikir panjang disewalah outlet di kawasan kuping gajah untuk
mengembangkan usahanya. Pelan tapi pasti, dan dengan semangat yang pantang
menyerah, mulailah dia mengembangkan usaha repacking kue kering.
Namun demikian, apa yang dibanyangkan ternyata
tidak serta merta mulus, banyak hambatan-hambatan yang mengganggu kegiatan
usahanya, seperti modal, pemasaran, input, dll. Dengan kondisi terpaksa
dijalanilah usaha itu dengan apa adanya, dimana pengepakannya dilakukan
sendiri, sampai pada pemasarannya. Dengan menerapkan semangat yang tinggi,
dijalanilah usaha itu selama 2 tahun. Dengan penuh keyakinan yang tinggi
usahanya tersebut membuahkan hasil yang cukup menggembirakan hingga saat ini.
Dengan bangga dia mengatakan bahwa apa yang
dijalaninya tersebut telah menghasilkan “doku” yang lumayan dan sudah bisa
menganggat pegawai 3 orang dengan area penjualan se-Malang Raya, bahkan jumlah
toko yang dia stoki sudah mencapai 1100 toko se-Malang raya
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 23.00
malam, saya akhiri perbincangan tersebut. Namun demikian dari perbincangan yang
hampir 3 jam tersebut, banyak hal yang saya pelajari dari perjalanan usahanya,
mulai dari semangat pantang menyerah, istiqomah, tanggungjawab, dan kesungguhan
dalam bekerja, yang menurutnya merupakan kunci keberhasilannya selama ini.
BAGAIMANA dengan KITA, Mampukah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar