A. LATAR BELAKANG
Aktivitas mahasiswa dalam
pembelajaran sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal.
Faktor eksternal meliputi lingkungan belajar, dosen, materi, pola interaksi,
media pembelajaran, teknologi, dan situasi belajar. Sedangkan faktor internal
adalah berbagai kemampuan dasar yang ada dalam diri mahasiswa sebagai
pembelajar. Kemampuan dasar ini antara lain meliputi: kemampuan berpikir
verbal, kemampuan bekerja dengan bilangan, kemampuan berpikir abstrak,
kemampuan berpikir logis, kemampuan belajar mandiri, kemampuan bahasa Inggris,
motivasi, dan kesenjangan belajar (Sudargo:2008).Bajat akademik atau kemampuan
dasar ini sangat diperlukan oleh mahasiswa sebagai pembelajar, yang merupakan
salah satu faktor untuk mencapai prestasi belajar yang diharapkan. Kemampuan
dasar yang rendah ditandai oleh sulitnya mahasiswa memahami buku teks, sulit
memahami tugas-tugas, dan tidak menguasai strategi belajar. Banyak mahasiswa
yang tidak kritis dan tidak kreatif dalam memecahkan masalah, sehingga muncul
keraguan tentang kesiapan mereka dalam menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi
Maka dari itu, berbagai upaya dilakukan oleh
segenap stakeholders Universitas untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Bagaimana menggunakan metode / cara dan strategi yang tepat untuk menjawab
persoalan tersebut. Atas dasar itu penulis ingin meneliti tentang tindak kelas
pada mata kuliah Perekonomian indonesia.
Mata kuliah Perekonomian Indonesia merupakan mata
kuliah yang unik. Dikatakan unik karena mata kuliah ini perlu sensitifitas
pelaku untuk memahaminya. Berbeda dengan Mata kuliah ekonomi yang lain, seperti
ekonomi makro, mikro atau yang lain. Sebab mata kuliah Perekonomian Indonesia
dilihat dari aspek pembahasan / kajiannya masih umum, artinya menyangkut
persoalan ekonomi secara nasiaonal dan sagala sektor atau bidang. Mata kuliah
ini mempunyai dua aspek sasaran yang ingin dicapai yaitu pengetahuan tentang
cara – cara mengidentifikasi dan menyelesaikan atau menganalisis persoalan
ekonomi yang dihadapi atau tengah terjadi di Indonesia.
Mata kuliah Perekonomian Indonesia berisikan
tentang filosofi, konseptual dan operasional dan pengembangan perekonomian
Indonesia. Oleh karena itu pada mata kuliah Perekonomian Indonesia lebih
menekankan pada aspek kognitif analitik. Pengetahuan melalui membaca buku
literatur, diskusi, seminar-seminar dan lain-lain, diperlukan sebagai dasar
dalam memahami Mata kuliah ini.
Mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan Perekonomian
Indonesia belum menunjukkkan hasil yang memuaskan terutama dalam masalah
aktifitas kelas dan kemampuan menjawab soal atau quis. Hal ini tampak dari
hasil yang diberikan mahasiswa setelah diberikan soal-soal quis maupun ketika
berdiskusi kelompok. Pada umumnya mereka mengalami kesulitan, sehingga dalam
menangani dan memperbaiki kemampuan mahasiswa belum memuaskan. Kondisi semacam
ini jika dianalisis banyak faktor penyebabnya diantaranya adalah kurang
belajar, tidak memiliki buku literatur, dan enggan untuk pergi ke perpustakaan
dan lain-lain..
Menyadari banyak faktor yang dapat menjadi penyebab
terjadinya kekurang berhasilan, maka dalam pembelajaran mata kuliah Perekonomian
Indonesia perlu dikaji faktor utama yang memungkinkan sebagai penyebab
kesulitan yang dihadapi mahasiswa. Melalui pengkajian dapat ditemukan dan
sekaligus ditentuakn langkah – langkah untuk memperbaikinya. Berbagai upaya
telah dilakukan dalam memperbaiki sistem perkuliahan antara lain dengan
memanfaatkan fasilitas LCD semaksimal mungkin untuk Visualisasi perubahan
penyampaian materi perkuliahan, penambahan waktu belajar. Beberapa usaha telah
dilakukan, tetapi belum menunjukkan hasil yang memuaskan, terutama keaktifan di
kelas. Atas dasar kenyataan yang demikian, maka perlu dicari alternatif lainnya
dengan melakukan inovasi –inovasi baik dalam metode penyampaian maupun
penggunaan fasilitas pengajaran serta pemanfaatan multi media untuk
meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menangani permasalahan keaktifan di
kelas.
Peningkatan kualitas mahasiswa dapat dilakukan
melalui peningkatan kemampuan dalam bidang pengetahuan dan bidang keterampilan.
Peningkatan dalam bidang pengetahuan dapat dilakukan dengan mengkaji berbagai
literature, memperhatikan perkuliahan dosen di kelas dan sebagainya.
Peningkatan dalam bidang keterampilan perlua adanya praktek dalam penanganan
dan pembentukan bicara pada subyek yang sesungguhnya yaitu Mahasiswa pasif.
Kemampuan dalam bidang keterampilan perlu dilakukan secara kelompok oleh
mahasiswa dengan praktek di kelas. Penguasaan pengetahuan secara teoritis
diperlukan sebagai media untuk menguasai keterampilan secara praktis. Satu
kelemahan yang sering terjadi khususnya mahasiswa adalah penguasaan pada bidang
keterampilan atau pada aplikasi di kelas. Penggunaan metode Jigsaw dalam
praktek pembentukan keaktifan mahasiswa semester V Fakultas Ekonomi UIN Maliki
perlu dilakukan sebagai upaya peningkatan kemampuan mahasiswa terhadap mata
kuliah perekonomian indonesia.
B. MASALAH
PENELITIAN
Permasalahan yang terjadi pada mata kuliah
Perekonomian Indonesia yaitu waktu perkuliahan yang hanya 2 SKS. Untuk
mengatasi permasalahan diatas dilakukan praktek pembelajaran melalui kuis / tugas-tugas
terstruktur dan diskusi kepada mahasiswa. Dengan demikian waktu pertemuan dalam
pengajaran yang cukup terbatas, bisa dimaksimalkan sebaik mungkin. Untuk itu
perlu dilakukan inovasi – inovasi dalam perkuliahan, sehingga kemampuan
mahasiswa dalam menjawab dan diskusi di kelas dapat meningkat. Inovasi yang
dilakukan dalam pembelajaran yaitu memanfaatkan fasilitas yang dimiliki jurusan
dan teknologi multi media semaksimal mungkin dalam proses pembelajaran. Dengan
demikian diharapkan kesulitan mahasiswa dalam berdiskusi dapat teratasi
seefektif dan efisien mungkin.
C. TUJUAN
PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan
penelitian ini adalah menemukan pembelajaran yang efektif dan efisien dalam
pembentukan mahasiswa yang aktif di kelas.
D. HIPOTESIS
TINDAKAN
Berdasarkan uraian dari pengertian belajar, model
pembelajaran, prinsip – prinsip belajar dan individu sebagai peserta didik maka
kegiatan pembelajaran diperlukan adanya keterpaduan diantara komponen dalam
belajar. Keterpadauan ini berlaku disemua jenjang pendidikan termasuk di
perguruan tinggi. Penggunaan metode yang inovatif dalam pengajaran sangat
membantu peserta didik dalam menjelaskan hal – hal abstrak menjadi jelas dan
sederhana serta lebih efisien dalam waktu. Metode jigsaw dapat dipergunakan
untuk menganalisis kegiatan praktek yang dilakukan oleh masing – masing
mahasiswa. Dengan metode jigsaw ini dapat dilakukan analisis pada proses
pembelajaran yang kemudian dapat dilakukan berbagai analisis dari kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan dalam kelas dan menganalisis segi kelebihan
dan atau kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam pembelajaran, dapat
diketahui mana mahasiswa yang belum aktif.
Berdasarkan uraian diatas maka diajukan hipotesis
tindakan yaitu strategi pembelajaran dengan metode jigsaw dapat meningkatkan
keterampilan mahasiswa dalam meningkatkan keaktifan berdiskusi mahasiswa di
kelas pada mata kuliah Perekonomian Indonesia.
E. MANFAAT
PENELITIAN
Adapun manfaat penelitian tindakan kelas ini yang
ingin dicapai adalah
1. bagi
mahasiswa
1. Untuk
meingkatkan prestasi belajar pada mata kuliah Perekonomian Indonesia.
2. Meningkatkan
proses belajar mahasiswa FE UIN Maliki
2. bagi
dosen
1. Dapat
berinovasi dalam mengajar Mata kuliah Perekonomian Indonesia
2. Dapat
berkreasi untuk memperbaiki pengajaran mata kuliah Perekonomian Indonesia
3. Bagi lembaga
1. meningkatkan
kualitas pembelajaran Mata kuliah Perekonomian Indonesia yang ditunjukkan
dengan hasil belajar dan uji kompetensi.
2. meningkatkan
standar kriteria ketuntasan minimal pada mata kuliah perekonomian Indonesia
semester V FE UIN Maliki.
3. Sebagai
bahan masukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dapat
meningkatkan keaktifan mahasiswa
F. KAJIAN
PUSTAKA
Tinjauan
Pustaka
Pembelajaran
Belajar adalah kegiatan para mahasiswa, baik dengan
bimbingan dosen atau dengan usaha sendiri. Pendidik berusaha membantu agar
mahasiswa belajar lebih terarah, cepat, lancar, dan berhasil baik. Atau istilah
lain dengan membelajarkan mahasiswa. Pembelajaran agar berhasil perlu dilaksanakan
sistematis, secara bulat dengan mempertimbangkan segala aspek.
Sebelum mengenal pembelajaran secara khusus perlu
mengenal pembelajaran secara umum. Pembelajaran di dalam kelas baik secara
klasikal atau individual dibutuhkan adanya model pembelajaran. Untuk itu perlu
diketahui terlebih dahulu pengertian model secara umum. Model dalam kehidupan
sehari – hari merupakan suatu pola yang di contoh, baik dalam bentuk fisik
suatu hasil kerja atu suatu pola tertentu menghasilkan perilaku belajar yang baik.
Model pembelajaran merupakan penyederhanaan dari hubungan berbagai komponen
yang ada dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Komponen – komponen
pembelajaran meliputi : metode belajar, sarana dan prasarana, dosen, mahasiswa,
kurikulum, alat evaluasi, dan sebagainya. Menurut Zamroni, (1988:79),
mengatakan model merupakan inti dari teori dalam bentuk sederhana , sehingga
mudah dibaca dan dipahami.
Dalam konteks pembaharuan pendidikan, ada tiga isu
utama yang perlu disoroti yaitu pembaruan kurikulum, peningkatan kualitas
pembelajaran, dan efekthfitas metode pembelajaran (Nurhadi dan Senduk, 2003 :
1).
Proses pembelajaran merupakan proses interaksi
antara pesrta didik dengan guru sebagai pengajar, proses pembelajaran
dilaksanakan dengan menggunakan paedagogi yang mencakup strategi maupun metode
mengajar.
Keberhasilan belajar peserta didik yang dicapai
dapat diukur melalui penilaian hasil belajar. Salah satu metode mengajar yaitu
: “Belajar Kooperatif (cooperive learning) yang memerlukan pendekatan pengajaran
melalui- penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan
kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar” (Nurhadi dan Senduk, 2003 : 20).
Pembelajaran
Kooperatif Tipe Jigsaw
Dalam era global, teknologi telah menyentuh segala
aspek pendidikan sehingga, informasi lebih mudah diperloleh, hendaknya
mahasiswa aktif berpartisipasi sedemikian sehingga melibatkan intelektual dan
emosional mahasiswa didalam proses belajar. Keaktifan disini berarti keaktifan
mental walaupun untuk maksud ini sedapat mungkin dipersyaratkan keterlibatan
langsung keaktifan fisik dan tidak nya berfokus pada satu sumber informasi
yaitu dosen yang hanya mengandalakan satu sumber komunikasi. Seringnya rasa
malu mahasiswa yang muncul untuk melakukan komunikasi dengan dosen, membuat
kondisi kelas yang tidak aktif sehingga berpulang pada rendahnya prestasi
belajar mahasiswa. Maka perlu adanya usaha untuk menimbulkan keaktifan dengan
mengadakan komunikasi yaitu dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan
rekannya. Salah satu pembelajaran yang ditawarkan adalah kooperatif tipe
jigsaw.
Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pertama kali
dikembangkan oleh Aronson. dkk di Universitas Texas. Model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, siswa /
mahasiswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dengan
memperhatikan keheterogenan, bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung
jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan
menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain .
Keunggulan kooperatif tipe jigsaw meningkatkan rasa
tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran
orang lain. mahasiswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi
mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota
kelompoknya yang lain.Meningkatkan bekerja sama secara kooperatif untuk
mempelajari materi yang ditugaskan
Dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw,
terdapat kelompok ahli dan kelompok asal. Kelompok asal adalah kelompok awal
mahasiswa terdiri dari berapa anggota kelompok ahli yang dibentuk dengan
memperhatikan keragaman dan latar belakang. Guru harus trampil dan mengetahui
latar belakang mahasiswa agar terciptanya suasana yang baik bagi setiap angota
kelompok. Sedangkan kelompok ahli, yaitu kelompok siswa yang terdiri dari
anggota kelompok lain (kelompok asal) yang ditugaskan untuk mendalami topik
tertentu untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.
Para anggota dari kelompok asal yang berbeda,
bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan
membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta
membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. Disini, peran dosen
adalah memfasilitasi dan memotivasi para anggota kelompok ahli agar mudah untuk
memahami materi yang diberikan. Setelah pembahasan selesai, para anggota
kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan mengajarkan pada teman
sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan di kelompok
ahli. Para kelompok ahli harus mampu untuk membagi pengetahuan yang di dapatkan
saat melakuakn diskusi di kelompok ahli, sehingga pengetahuan tersebut diterima
oleh setiap anggota pada kelompok asal. Kunci tipe Jigsaw ini adalah
interdependence setiap mahasiswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi
yang diperlukan. Artinya para mahasiswa harus memiliki tanggunga jawab dan
kerja sama yang positif dan saling ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan
memecahkan masalah yang diberikan
Bagaimana caranya?
1. Pengajar
membagi bahan pelajaran yang akan diberikan menjadi empat bagian.
2. Sebelum
bahan pelajaran diberikan, pengajar memberikan pengenalan mengenai topik yang
akan dibahas dalam bahan pelajaran untuk hari itu. Pengajar bisa menuliskan
topik di papan tulis dan menanyakan apa yang mahasiswa ketahui me¬ngenai topik
tersebut. Kegiatan brainstorming ini dimaksud¬kan untuk mengaktifkan skemata
siswa agar lebih siap meng¬hadapi bahan pelajaran yang baru.
3. Siswa
dibagi dalam kelompok berempat.
4. Bagian
pertama bahan diberikan kepada mahasiswa yang per¬tama, sedangkan mahasiswa
yang kedua menerima bagian yang kedua. Demikian seterusnya.
5. Kemudian
mahasiswa disuruh membaca / mengerjakan bagian mereka masing-masing.
6. Setelah
selesai, mahasiswa saling berbagi mengenai bagian yang dibaca / dikerjakan
masing-masing. Dalam kegiatan ini, mahasiswa bisa saling melengkapi dan
berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.
7. Khusus
untuk kegiatan membaca, kemudian pengajar mem¬bagikan bagian cerita yang belum
terbaca kepada masing-¬masing mahasiswa. mahasiswa membaca bagian tersebut.
8. Kegiatan
ini bisa diakhiri dengan diskusi mengenai topik dalam bahan pelajaran hari itu.
Diskusi bisa dilakukan antara pasangan atau dengan seluruh kelas.
Hasil
Belajar
Menurut Dimyati dan Mudjiono (1991:251), hasil
belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa /
mahasiswa dan dari sisi guru / dosen. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan
tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum
belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah
kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar
merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.
Menurut Hamalik (2006; 30) hasil belajar adalah
bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang
tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti
menjadi mengerti.
Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar
dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif,
afektif, psikomotor. Perinciannya adalah sebagai berikut:
1. Ranah
Kognitif
Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang
terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis,
sintesis dan penilaian.
2. Ranah
Afektif
Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif
meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai,
organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai
3. Ranah
Psikomotorik
Meliputi keterampilan motorik, manipulasi
benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati).
Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada
afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor
dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses
pembelajaran di sekolah.
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang
dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar
digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu
tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar
dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi. Howard
Kingsley membagi 3 macam hasil belajar:
1. Ketrampilan
dan kebiasaan
2. Pengetahuan
dan pengertian
3. Sikap
dan Cita-cita
Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan
hasil perubahan dari semua proses belajar. Hasil belajar ini akan melekat terus
pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut.
Berdasarkan pengertian di atas maka dapat
disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan
pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Serta akan tersimpan dalam
jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil
belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai
hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta
menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.
G. METODE
PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan di Fakultas Ekonomi UIN
Maliki Malang Semester V Pada Mata Kuliah Perekonomian Indonesia sebanyak 100
mahasiswa dimana terbagi dalam 3 (tiga) kelas yaitu kelas A sebanyak 25
Mahasiswa, Kelas B sebanyak 40 mahasiswa dan Kelas C sebanyak 35 mahasiswa
dengan pendekatan “Pembelajaran Kooperatif Jigsaw”.
Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini peneliti
menggunakan tiga siklus, namun, jika ada siklus 1 telah mencapai 90 % telah
mencapai nilai 70, maka pelaksanaan siklus selanjutnya dihentikan.
Tahapan siklus meliputi :
Tahap perencanaan,
antara lain :
1. Masalah yang dihadapi adalah kurang aktif dan minimnya hasil belajar
siswa dalam mata kuliah Perekonomian Indonesia
2. Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang Semester V Pada Mata Kuliah
Perekonomian Indonesia
3. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Adapun kriteria
yang diterapkan penelitian adalah :
1. 90
% mahasiswa mencapai nilai tuntas minimal 70
2. 90
% mahasiswa aktif dalam proses pembelajaran
3. 10
% mahasiswa tidak tuntas dengan nilai kurang dari 70
Metode yang akan dilakukan antara lain :
1. Jigsaw
Learning (Belajar Model Jigsaw)
2. Reading
Guide (Panduan Membaca)
3. Team
Quiz (Quis Kelompok)
Namun peneliti (saya) lebih memfokuskan pada metode
Jigsaw Learning.
Tahap
pelaksanaan
Pada tahapan ini guru menerapkan tindakan yang
mengacu pada skenario atau RPP yang telah direncanakan sebelumnya.
Tahap
observasi
Pada tahapan ini Dosen melakukan eksperimen dan
evaluasi pada masing-masing kelompok dalam proses pembelajaran tersebut. Dosen
mencatat semua hasil kegiatan pembelajaran.
Tahap
refleksi
Pada tahap ini mencakup analisis nilai dan
penyimpulan terhadap hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru.
H. JADWAL
PENELITIAN
KETERANGAN
1. Penyusunan
Proposal X
2. Analisis
Pokok Bahasan dan Media X
3. Pendesainan
media pembelajaran X
4. Pelaksanaan
PBM dengan model jigsaw X X X X X
5. Evaluasi
Hasil Belajar Siswa X
6. Evaluasi
Proses Pembelajaran X
7. Analisis
hasil evaluasi X
8. Seminar
hasil penelitian X
9. Penyusunan
Laporan X
I. PERSONALIA
PENELITIAN
No. Keterangan Nama
1 Ketua Peneliti : Zaim Mukaffi, SE., M.Si
Golongan/NIP : IIIb/197911242009011007
Fakultas/Jurusan : Ekonomi / Manajemen
Perguruan tinggi : UIN Maliki Malang
Bidang Keahlian : Ilmu Ekonomi
2 Anggota 3 Mahasiswa : Ketua Kelas A / B / C
Semester : V
Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Manajemen
Perguruan tinggi : UIN Maliki Malang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar