Pemilukada kabupaten Banyuwangi telah usai dan
tinggal menunggu hasil perhitungan suara akhir dari KPU kabupaten Banyuwangi.
Namun demikian, dari perhitungan beberapa Lembaga survei hampir dipastikan
bahwa pasangan no. urut 1 (Dasyat) Abdullah Azwar Anas, M.Si dan Yusuf
Widyatmoko, S.Sos akan menjadi Bupati dan wakil bupati Kabupaten Banyuwangi
periode 2010-2015 dengan perolehan suara 50.98%, sedangkan pasangan Ir. H.
Jalal dan Yusuf Nuris, SH., MH (Laris) memperoleh suara 31.60% dan terakhir
pasangan Emilia Contesa dan Zainuri Ghozali memperoleh suara 17.42%.
Namun demikian, ada beberapa catatan penting dari
proses pemilukada kabupaten banyuwangi, pertama, ditolaknya pasangan bupati
Incumbent Ratna Ani Lestari dan pasangannya Pebdi Aristiawan dikarenakan
kurangnya syarat dukungan minimal dari masyarakat –Bupati melewati jalur
Independen- yang telah ditentukan oleh KPU. Kedua, banyaknya pemilih yang
golput/tidak memilih. Berdasarkan catatan dilapangan lebih dari 40% masyarakat
banyuwangi tidak menyalurkan hak suaranya dengan berbagai sebab. Ketiga,
kemenangan pasangan Abdullah Azwar Anas, M.Si dan Yusuf Widyatmoko, S.Sos.
Tulisan sederhana ini tertarik untuk menjelaskan
catatan ketiga dari proses pemilukada kabupaten Banyuwangi. Dengan maksud
adalah untuk melihat sejauh mana dan apa yang sudah dilakukan oleh Abdullah
Azwar Anas, M.Si dan Yusuf Widyatmoko, S.Sos selama proses menuju Pendopo
hingga memenangkan Pemilukada. Dari beberapa temuan penulis selama pengamatan
dilapangan dalam beberapa bulan terakhir di identifikasi bahwa
1. Abdullah Azwar Anas, M.Si dan
Yusuf Widyatmoko, S.Sos adalah satu-satunya pasangan Politisi. Dimana Anas
seorang politisi PKB dan Yusuf dari PDIP, bahkan masih menjadi Ketua cabang
PDIP Kabupaten Banyuwangi. Pada posisi ini, pasangan yang menggunakan jargon
‘Dasyat” ini sudah bisa dikatakan bahwa menang satu langkah. Mengapa? Karena
sebagai seorang politisi, tentunya sudah tau apa yang akan dilakukan untuk
meyakinkan masyarakat dengan pengalaman-pengalaman yang dimiliki. Sekedar
catatan bahwa Anas sudah 2 kali menjadi Anggota DPR RI, bahkan karir politiknya
menjadi ketua fraksi PKB-DPR RI. Sedangkan Yusuf sudah beberapa kali menjadi
anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari PDIP. Disamping itu, Anas sudah
menanamkan fundamen yang kuat di beberapa akar massa sejak menjadi anggota DPR
RI, bahkan Anas tercatat sebagai anggota DPR RI yang
2. Komunikasi Politik. Tentu tidak
ada yang meragukan akan kesuksesan Abdullah Azwar Anas, M.Si dan Yusuf
Widyatmoko, S.Sos dari segi komunikasi politiknya. Hal ini bisa dilihat dari
fakta dilapangan bahwa Anas khususnya mampu menjalin komunikasi politik yang
baik dengan Partai politik di kabupaten banyuwangi. Sebagai politisi pusat
dengan berbagai pengalamannya Anas mampu meyakinkan beberapa Partai besar untuk
mengusung Abdullah Azwar Anas, M.Si dan Yusuf Widyatmoko, S.Sos menjadi Calon
Bupati dan Wakil Bupati kabupaten banyuwangi, diantaranya PDIP, Golkar, PKB,
PKNU, PAN, PPP, yang merupakan partai dengan basis massa yang jelas dan Loyal.
Dibandingkan dengan Jalal yang diusung partai Demokrat dan Emilia dengan
Gerindra dan Hanura, merupakan partai yang belum punya basis massa yang jelas.
Dimata saya, meskipun partai Demokrat mendapatkan 10 wakil di parlemen tetapi
bukan disebabkan oleh basis massa PD sendiri, tetapi banyak faktor yang
menyebabkan perolehan wakil tersebut, seperti sosok Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, tokoh-tokoh lokal, bahkan ada informasi kekuatan dana calon anggota
DPRD saat itu, disamping konflik politik di tubuh partai lain. Pun demikian
dengan Hanura dan Gerindra.
3. Latar belakang Anas. Kita semua
tahu bahwa Anas adalah sosok muda yang potensial. Sebagai pemuda yang di bentuk
sejak kecil dari organisasi, seperti Osis, Organisasi kepemudaan dan terlebih
Anas mantan Ketua Umum PB PMII. Adalah kenyataan bahwa ikatan emosional
organisasi semacam PMII sangatlah kuat, secara sadar bahwa generasi atau kader
PMII diberbagai daerah akan selalu mendukung seniornya sendiri dari pada orang
lain. Inilah yang tidak dimiliki oleh calon Lain. Meskipun Yusuf Nuris
mengklaim sebagai kader PMII tetapi Anas di untungkan oleh kelembagaan PMII itu
sendiri.
4. Dukungan Nahdlatul Ulama (NU) dan
Muslimat. Secara eksplisit 2 lembaga tersebut jelas-jelas mendukung dan siap
mensukseskan pasangan Anas dengan Yusuf. Bahkan secara terbuka baik melalui
Anak Cabang maupun Media massa meminta warga nahdliyin untuk memilih pasangan
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar