Pasar secara konvensional dilihat dalam perspektif
pasar persaingan sempurna. Hal tersebut adalah kenyataan sebagai suatu bagian
dari kegiatan ekonomi secara kolektif atas barang-barang homogen dari adanya
transaksi sukarela yang setara antara sejumlah besar kesatuan otonomi.
Informasi secara lengkap tentang keuntungan maksimal, motivasi perilaku dan
mampu masuk dan keluar pasar dengan bebas. Hal itu adalah sarana yang tertinggi
untuk ungkapan tentang pilihan individu ( Hodgson 1988:178).Model yang lain
tentang model struktur pasar (monopoli, oligopoli) mengubah ukuran-ukuran
tertentu, mempertahankan yang lain dan meramalkan konsekuensi untuk harga dan
jumlah. Gambaran ini tidak mendukung pada suatu pemahaman tentang variasi
mengenai ruang di dalam struktur dan perilaku dari pasar riil (Olsen 1991).
Pasar riil tentu saja agak sulit untuk
didefinisikan, tetapi definisi mereka memungkinkan kita untuk membedakan barang
pertukaran yang tidak ditemukan dalam pasar itu. Suatu definisi pertukaran
pasar yang bersifat membatasi asas suka-rela, kerakyatan dan ketersediaan
informasi ditekankan telah ditawarkan oleh Pandya dan Dholakia, Transaksi yang
berkelanjutan dari jasa dan barang-barang memiliki harga antara dua subyek, dan
siapa yang mampu untuk menerima atau menolak harga tersebut, harga yang
ditawarkan tidak dipaksa dan mampu dikomunikasikan dan diserahkan ( 1992:24).
Sebagai pembanding, Fourie melihat pasar riil
sebagai suatu pertukaran uang dalam arti memiliki kualitas secara ekonomi, atas
dasar kesepakatan bersama pada suatu pertukaran yang harganya telah disetujui
dalam suatu kerja sama dan hubungan persaingan ( 1991:43,48).
Di sini, hubungan sosial yang unik untuk pertukaran
memerlukan kombinasi horizontal dan persaingan/kompetisi antara populasi para
pembeli ( dan populasi para penjual) pada satu sisi menjual suatu barang,
saling menguntungkan, transaksi antara dua belah pihak, satu pembeli dan satu
penjual pada sisi yang lain. Implikasi dari definisi asas suka rela, nilai
tukar satu sama lain mungkin bermanfaat bagi keduanya atau mungkin tidak
bermanfaat bagi salah satu pihak, pengaturan sesuai kontrak vertikal boleh
menjatuhkan, memenangkan persaingan horisontal, dan proses tawar menawar yang
ketat dan saling mempercayai akan menguatkan suatu dasar yang sangat berbeda
atau terjadi pembatalan pertukaran. Yang bukan termasuk pasar pertukaran
memiliki dua prinsip, yaitu timbal balik dan pembagian kembali.
Polanyi membandingkan . seperti itu bukan pasar
pertukaran dengan apa yang ada pada suatu masyarakat yang modern jika aturan
main tentang logika perdagangan dan penentuan harga yang berlaku di pasar
mendominasi kehidupan ekonomi (Polanyi et al 1957/1985; lihat juga Platteau
1990b: untuk suatu dualisme serupa). Tetapi ketika Braudel mengamati, hal
tersebut terlalu mudah untuk menarik suatu fenomena pada sosiologi dan hal lain
ke ekonomi (1985:223).
Dan Jhon Davis baru-baru ini membantah terhadap
skema dualistik Polanyi's atas alasan-alasan yang empiris bukan sesuatu yang
timbal balik dan bukan pembagian kembali, ataupun karakteristik pertukaran yang
belum berkembang tetapi bahwa mereka sangat merasakan apa yang ia sebut ekonomi
OECD (Davis 1992).
Dengan referensi pasar untuk kebutuhan pokok, kita
memiliki prinsip di sini, ada kemungkinan bahwa kedua-duanya pembagian kembali
dan hal timbal balik mempunyai arti penting secara kuantitatif bagi diri mereka
dan lebih lanjut bahwa ketika hubungan dalam pasar dimasukkan ke dalam rangka
memperoleh suatu masukan pada suatu hubungan yang timbal balik (sebagai contoh,
pasar tradisional) bahwa logika timbal balik bukan memaksimalkan keuntungan
atau manfaat, tetapi hal yang lebih logis adalah motivasi untuk memperluas
pemasaran.
Pasar menurut Forie's secara konvensional dibedakan
dari jenis kegiatan ekonominya, seperti contoh perusahaan. Walaupun beberapa
teori sudah mendefinisikan perusahaan sebagai kesatuan pasar individu seperti
hubungan kerja sama, perusahaan sebaiknya dilihat sebagai kepatuhan ekonomi
dalam lingkup kecil (Folbre 1994:45).
Dalam otoritas struktur internal mereka, dipahami
oleh beberapa kalangan terutama meminimalisir biaya-biaya transaksi dan oleh
kalangan yang lain terutama semata sebagai mekanisme yang bersifat memaksa.
Intinya adalah bahwa perusahaan tidak bisa mengurangi fungsi pasar. Perusahaan
adalah suatu jenis institusi ekonomi dan suatu karakteristik konvensional dan
bertolak belakang dengan pasar. Pasar harus dipahami not-institutions (Folbre
1994:24).
Tetapi pasar tidak bisa eksis dalam bentuk tidak
ter-lembaga, tidak ada fenomena ekonomi seperti itu. Hal tersebut hanyalah
mungkin untuk membangun skema permintaan dan penawaran pada asumsi para pembeli
dan para penjual yang bereaksi pada asumsi terjadi harga keseimbangan. Harga
kemudian dibentuk dengan logika waktu seperti tentang harapan dan memori telah
di-eliminir. Ini adalah kondisi yang penting bagi pasar persaingan sempurna.
Tetapi persaingan sempurna bukan hanya sekedar
eksis sematahal tersebut tidak akan terjadi dalam jangka panjang bila tidak ada
sebab masukan, jalan keluar, investasi dan penarikan investasi tergantung dunia
yang nyata atas kepercayaan atau fakta bahwa informasi mengenai peluang
terbatas. Dua ajaran utama dari proyek Neo-klasik, metodologi individual, yang
menyertakan asas suka rela dan pilihan subyektif individu dan instrument
rasionalitas pada satu kekuasaan dan dalam pasar (pada kenyataannya diluar
jalur yang resmi, konsumen, politis dan aturan-aturan lain dalam lingkungan
sosial yang memakai prosedur rasionalitas (Hodgson 1988:174) pada sisi lain
ternyata bertentangan.
Institusi adalah suatu pemahaman yang digunakan
sedikitnya ada tiga pendekatan, yang pertama adalah kemasyarakatan. Tentang
keteraturan perilaku sebagai manifestasi dari suatu lembaga (Forie 1991:52).
Jadi suatu konferensi adalah suatu institusi tetapi juga sebagai kumpulan jenis
kelamin secara biologis dalam perspektif gender atau norma-norma hukum dan
aspek-aspek lain dari ideologi dan aturan sosial dikembangkan dan dibuat. Yang
kedua adalah ekonomi mikro, Institusi dipahami dalam bentuk khusus.
North membantah bahwa organisasi itu dibentuk
berdasarkan (norma sosial) institusi dan menyelidiki konflik-konflik antara
mereka. Organisasi adalah kelompok individu yang terikat oleh beberapa aturan
umum untuk mencapai tujuan ( North 1990a:5).
Organisasi atau institusi mikro ekonomi menarik
perhatian para ahli ekonomi pada hal-hal yang terkait dengan produksi dan
perubahan perusahaan dan kerja sama. Pemahaman institusi yang ketiga adalah
makro ekonomi, mencakup definisi tentang hak-hak, lingkup perilaku ekonomi,
mekanisme untuk melindungi perdagangan, aturan-aturan tentang tindak kejahatan
ekonomi dan tentang system perpajakan yang dilegitimasi oleh negara (Giddens
1992:Shaffer 1979).
Dunia akan dieksplorasi dalam tiga pendekatan di
sini. Pertanyaan menunjukkan bab ini berhubungan dengan yang teoritis, kata
yang tepat dan metodologi yang dapat kita pakai untuk memahami bagaimana pasar
riil tersebut di-lembaga-kan. Wilayah yang tepat bagi suatu pasar dikatakan
eksis yaitu sesuatu yang cukup rumit bagi legitimasi negara dan kelangsungan
hidup social contohnya beras/padi, dan di suatu negara dengan dua pertiga
penduduknya dilanda kemiskinan global di mana kelangsungan hidup sosial untuk
banyak orang cukup banyak memakan waktu dan membuat sengsara negara India.
Efisiensi pasar benar-benar ada di sektor pertanian bahwa kedua-duanya hal yang
bersifat asumsi yang teoritis, dan suatu prasyarat praktis untuk menuju sukses,
liberalisasi perubahan ekonomi ditetapkan sejak tahun 1991 (Parikh 1993;
Purcell Dan Gulati 1993; Cassen et Al.1993).
Gambaran tetap tentang sedikit banyaknya bentuk
dari pengertian yang mendalam pada riset lapangan di pasar tradisional daerah
Tamil Nadu Dan Bengal barat. Kami hadirkan berdasarkan pengalaman mengamati
secara rutin,ternyata cukup banyak penyimpangan.
Dalam perhitungan kami, didasarkan pada bahan dasar
untuk penyulaman di Daerah Arcot Utara periode 1972-94 (Harriss 1981) dan
daerah Coimbatore tahun 1982 (Harriss 1982) dan daerah Bardhaman tahun 1990
(Harriss 1991b) keduanya di Bengal barat. Sebagai langkah awal, mungkin saja
berargumentasi bahwa pasar adalah institusi, memiliki ciri khusus yang lain
dari institusi pada umumnya. Jika pasar alami dilembagakan dapat diterima,
namun ada perbedaan tentang batasan institusi ini, yaitu suatu logika dasar
tentang perdagangan yang berdasar pada maksimalisasi laba dan asas suka rela
pada satu kekuatan (1990a North; Ensminger 1992: 6; Folbre 1994), dan mengenai
institusi pasar termasuk di dalamnya dan karakteristik dasar dari fungsi
mereka, yaitu masyarakat. (Etzioni 1988:9).
Pendekatan yang terdahulu mengedepankan kebijakan
berdasarkan norma dalam wujud intervensi yang membuat pasar individu lebih
lekat menyerupai persaingan sempurna (dengan asumsi bahwa efisiensi sebagai
suatu nilai utama tak ditentang dan dengan implikasinya untuk distribusi
pendapatan yang sama bias optimal/teori Pareto (Clark 1982:1965).
Ketidak-sempurnaan metodologi terlihat di sini,
sebab di bawah kondisi-kondisi penyimpangan dari persaingan sempurna, perubahan
pada semua faktor dan produk pasar dalam rangka mencapai secara optimalisasi
dan riset empiris di dalam ekonomi tentang pemasaran hasil-hasil pertanian
biasanya menilai efisiensi alokasi produk dengan pasar tersendiri (Rudra 1992).
Selanjutnya, memungkinkan pendekatan ke institusi
dengan mempertanyakan nilai bagi pembuat kebijakan pasar
konvensional/tradisional, tidak harus berdasarkan norma dan melalui proses
kebijakan untuk dirinya sendiri..
Apakah inti institusi dari pasar riil? bagaimana
cara kita untuk memahami bagaimana suatu pasar riil bekerja? apakah yang
menjadi proyeksi-nya, skala dan ukuran untuk meng-ilustrasikan gambaran ini?
INSTITUSI
SOSIAL DARI PASAR
Dalam suatu buku terbaru, Folbre ( 1994) telah
meyakinkan untuk mendukung hypotesis reproduksi dan produksi itu adalah model
berbagai jenis institusi aksi kolektif. Institusi ini dapat dianggap berasal
dari, diperoleh, berbagai, tidak dikoordinir dan tidak dimonitor. Peran serta
dalam institusi seperti itu tidak dapat dikalkulasi. Hal tersebut harus
dicatat, karena bagaimanapun, institusi sosial itu ada dua jenis, pertama,
kelompok sosial dan, kedua, norma-norma sosial, ideologi dan konvensi yang
mendasari kelompok tersebut..
Satu hal yang perlu diketahui, bahwa norma-norma
sosial dalam pasar tradisional di India adalah perlu. Walaupun lokasi tidak
mengijinkan suatu diskusi yang terperinci tentang norma-norma itu, corak
berdagang dengan etika di pasar tradisional India adalah bahwa pemahaman
tentang benar dan salah pada umumnya sangat kontekstual dan spesifik. Banyak
praktek hanya dapat dibenarkan oleh keberadaan dari suatu yang etis dengan
menempatkan kepentingan secara materi pada suatu keluarga pedagang sebelum ada
alasan moral yang mendasarinya. Pada waktu yang sama aksi kolektif berdasar
pada kepentingan moral dan materi dari kasta/suku bangsa baru-baru ini yang
ditentang oleh kesusilaan yang didasarkan pada aspek kualitas. Hukum formal dan
kepentingan abstrak masyarakat juga secara moral disebut dan dipertahankan oleh
para pedagang kecil.
Karena kompleksitas tentang moral ini mungkin juga
mempunyai mekanisme untuk bergeser antara referensi dan untuk pemahaman
berbagai norma-norma. Dampak sosial dari perdagangan tradisional di India, yang
nyata sekali adanya eksploitasidan atau aktivitas criminal secara ekonomi
sehingga membutuhkan hidup dengan pemenuhan perlindungan dari undang-undang
yang sah dan dengan ketentraman, religius dan (dengan tidak melewati batas)
suatu distribusi kesejahteraan yang merata.
Di sini, walaupun kelompok sosial boleh meliputi
keluarga, kasta/suku bangsa atau etnis, diskusi akan berkonsentrasi pada kelas,
dan walaupun untuk Folbre pilihan Seksual/jenis kelamin adalah sama penting
secara analitis seperti kelas dan pertandingan, fokus kita pada konvensi sosial
tidak pada aspek sexual/jenis kelamin tetapi lebih cenderung pada sistem
kekerabatan..
KELAS DAN
PASAR
TEORI DAN
METODOLOGI
Fenomena kelembagaan tentang kelas dikenali tiga
aliran. Penganut paham Marxisme Klasik menggambarkan kelas dalam kaitan dengan
hubungan kepada rata-rata produksi- kelas dengan dirinya. Kelas juga digunakan
untuk mengacu pada kejelasan politis yang tegas untuk mempertahankan suatu
kepentingan kolektif secara materi- untuk kepentingan kelompoknya sendiri.
Kelas juga digunakan dengan bebas untuk mengacu pada kebiasaan berperilaku
sadar untuk menggambarkan minat kolektif (Etzioni, 1988; 1990a, North).
Kita akan membangun gagasan ini dalam hubungan
dengan pasar tradisional. Kebanyakan analisa kelas dipusatkan pada produksi,
paling sedikit oleh karena keunggulan teoritisnya dan penentuan dalam ekonomi
negara. Modal para pedagang bagi Marxist dianalogikan pada pasar itu sendiri.
Dalam bentuk abstrak modal para pedagang digunakan untuk menjual dan membeli,
hal ini tidak berubah dari sifat alami dunia perdagangan.
Bentuk modal ini perlu tetapi tidak produktif dan
oleh perluasan yang tidak mampu untuk mempengaruhi hubungan produksi. Pada
kenyataannya, pergerakan dunia perdagangan terpisah jauh dengan modal para
pedagang, sebagaimana pasar riil dengan istilah pasar itu sendiri.
Yang pertama, kontribusi yang bermanfaat dibuat
oleh politik ekonomi pada suatu kerangka empiris untuk analisa tentang pasar
hasil-hasil pertanian yang berhubungan dengan penentuan dari format kelembagaan
yang diambil oleh pasar. Dalam politik ekonomi, pertanyaan tentang penentuan
sejarah institusi pasar telah ditujukan dengan pengujian hubungan mereka ke
format produksi: suatu format yang terbatas pada produksi-logis-penentuan
bentuk konsumsi, distribusi dan pertukaran, dan juga hubungan yang timbal balik
antara beberapa elemen ini ( Marx 1971:33).
Namun Marx juga berargumentasi bahwa perubahan
dalam model distribusi, ia menghubungkan dengan kedua-duanya faktor exogenous
(seperti perluasan permintaan, atau penyesuaian lokasi populasi yang berkenaan
dengan kota dan pedesaan) dan endogeneus (seperti konsentrasi modal) akan
merubah produksi dalam suatu proses interaksi timbal balik, mencegah resiko
dari keduanya dan menentukan sifat alaminya (Marx 1971:22).
Para ahli teori politik ekonomi Asia Selatan sukses
dalam menganalisa kekuatan dunia perdagangan sebagaimana dinyatakan dalam
struktur hubungan kepemilikan sebagai bentuk spesifik dari produksi (Blaikie et
al 1981, di Negeri Nepal; Chattopadhyay 1969; Chattopadhyay Dan Spit1987, di
India Timur Utara; Djurfeldt Dan Lindberg 1974; Nagaraj 1985 di India Selatan).
Banyak kontroversi, tentang hubungan kepemilikan dari pertukaran komoditas yang
dijadikan dasar teori untuk dinyatakan sebagai suatu kendali tidak langsung
pada kelebihan produksi variasi model penyisihan surplus seperti halnya
mengendalikan keterkaitan pasar, hubungan produksi ditentukan oleh pertukaran
hubungan dan arah penentuan timbal balik (Bhaduri 1986).
Bagaimanapun, mungkin saja untuk menjelaskan format
pasar dengan acuan pada produksi dari institusi, dalam praktek empiris ini
belum menggerakkan di bawah untuk tingkat yang lebih tinggi dari keadaan umum
ke arah detil institusi distribusi dan produksi.
Dalam konteks ini, Leplaideur ( 1982) telah
mengusulkan suatu analisa kelas tentang sistem pasar hasil-hasil pertanian.
Kelas digambarkan, secara sederhana, dalam kaitan dengan kekuatan dan hubungan
tetapi di sini mereka mengartikan distribusi seperti halnya produksi. Kekuatan
distribusi digambarkan sebagai asset, informasi, aktivitas dan memiliki akses
ke Negara.
Hubungan distribusi adalah jaringan organisasi (
famili, para teman, tetangga), perilaku sesuai kontrak dan hubungan sosial
dalam internal perusahaan. Kelas di dalam pasar kemudian adalah mengusulkan
dalam kaitan dengan (a) mengakses kepada distribusi rata-rata (pengangkutan,
lokasi, modal atau kredit, bursa/stock (inventori) informasi dan hak paten,
dll) dan (b) status dalam kaitan dengan penyisihan surplus,.
Dari hal tersebut penggolongan berpotensi sangat
kompleks, Leplaideur telah mengembang;kan suatu empat skema kelas menurut
ukuran-ukuran ini: jbangkrutnya pedagang, pedagang tanpa asset dan marginal,
perusahaan reproduksi yang sederhana dan surplus yang dikumpulkan perusahaan.
Ini adalah suatu metodologi sejalan dengan yang
diusulkan untuk menganalisa produksi secara empiris oleh Deere (1979), Dan juga
menawarkan suatu kerangka di dalam mana institusi ekonomi mikro mungkin
diteliti. Ungkapan yang tepat mengenai lokasi, pertanyaan empiris dan yang
teoritis apakah pasar dapat dianalisa seperti kesatuan atau apakah mereka harus
kontekstual dan jika demikian, tidak hanya hubungan produksi tetapi juga di
dalam nasional dan sistem pemasaran internasional.
Beberapa komentar awal, bahwa barang-barang
kebutuhan pokok dari pemahaman sistem kelas dan penyisihan surplus digunakan
oleh Leplaideur. Mereka adalah Terminologi Marxist tetapi yang digunakan di
sini yaitu mereka tidak menyandarkan pada suatu Teleologi Marxist.
Dalam praktek, akumulasi surplus akan bersifat tak
dapat dibedakan seperti pengembalian total, laba, or tabungan dan investasi
yang lebih mudah untuk diukur. Ke dua, keterbatasan tentang waktu. Sebagaimana
sebuah pasar, kelangsungan hidup perusahaan kecil dimungkinkan dengan batasan
waktu pada skala mikro. Sepanjang akumulasi yang dinamis mengenai suatu dasar
analisa, batasan waktu bisa secara umum. Diantaranya, variabilitas musiman
dalam struktur dan perilaku akan mengenalkan tentang penentuan keadaan yang tak
dapat dipastikan dalam analisa manapun berdasar pada kerangka ini. Ketiga,
pengklasifikasian yang sekarang mempunyai berbagai kemungkinan tak terukur
untuk tidak secara menyeluruh.
Kecuali jika berbagai ukuran-ukuran adalah sama dan
sebangun mereka akan menghasilkan suatu kompleksitas yang tidak sebidang.
Karena sistem pemasaran memperlihatkan otonomi kelembagaan pantas
dipertimbangkan, sama dan sebangun seperti itu tidak mungkin.
HUBUNGAN
PERTUKARAN DALAM PERDAGANGAN TRADISIONAL DI PEREKONOMIAN MASYARAKAT INDIA
Istilah dan kondisi-kondisi hubungan pertukaran
diterjemahkan secara kompleks. Terdapat dua hal yang berpengaruh untuk model
tersebut. Pertama, Bharadwaj ( 1974, 1985) telah menempatkan pertukaran dalam
hubungan produksi, model kondisi-kondisi dan terminologinya untuk suatu
struktur yang agraris berarti suatu pemilikan, pemilik dibedakan dengan empat
kelas agraris.
Di puncak kulminasi, harga diciptakan oleh
pertukaran yang bersifat spekulasi dari kelas para petani besar yang tidak
hanya sebagai penentu tingginya harga/nominal, tetapi juga mendominasi surplus
yang dijual. Para petani menengah merespon kompetisi kepada harga yang
distabilisasi oleh perilaku pertukaran dari para petani besar. Petani kecil
modelnya seperti swa-sembada jangka panjang dan terlibat dalam pemasaran
sporadis.
Pada dasarnya ada dua kelas-petani kecil dan tenaga
kerja yang tidak memiliki tanah, secara terpaksa dilibatkan dalam pasar untuk
memperoleh penghidupan. Implikasi . hubungan pertukaran untuk suplai dan
penentuan harga telah dijadikan model oleh Sarkar dalam suatu teori
multi-stratum formasi harga ( 1989).
Pasar tidak hanya secara ekonomis tetapi dapat juga
dengan leluasa dan secara sementara dibedakan. Pola teladan umum di India
melibatkan pasar berkala dengan konsentrasi perdagangan yang tidak sehat,
pedagang besar menjual dengan bidang lokasi perdagangan besar dan
keanekaragaman kelembagaan diatur dalam lingkup regional dan kadang-kadang
internasional/ekspor ( Bohle 1992).
Walaupun lembaga perdagangan ini memelihara suatu
bermacam-macam derajat tingkat otonomi berkenaan dengan format dan institusi
dari produksi agrikultur yang riil, pasar tidaklah terkait ditentukan ke
hubungan produksi) sebagian dari variasi di lembaga pasar dan perilaku adalah
regional dan nampak sekedar menanggapi tidak kepada kebutuhan yang teknis panen
dan struktur yang agraris, tetapi juga kepada spesifikasi dan distribusi modal
dan informasi dan kepada unsur intervensi negara yang nyata.
POLITIK
KELAS
Fox pelopor ilmu antropologi ekonomi perdagangan,
suatu Kota India Utara digambarkan dengan potret para pedagang] secara politis
terisolasi, secara sosial bertahan dan terpinggirkan secara sporadis dan
aktivitas kelompok sangat minimal ( Fox 1968). Riset lapangan kami pada
kegiatan politik para pedagang tradisional yang harus merubah keadaan tersebut.
Kewenangan politik digunakan dalam berbagai bentuk
untuk manipulasi lembaga-lembaga non-politik, seperti pelayanan sosial ( untuk
status), tentang agama ( untuk pengawasan para pendatang). Politik para
pedagang kebutuhan pokok melalui federasi asosiasi dagang. Hipotesis fox bahwa
politik para pedagang harus kuat bertahan. Hal ini adalah pilihan strategi para
penganut politik oligopoly, yaitu pilihan lebih baik dipertahankan dengan cara
ini. Pedagang kecil terlalu heterogen untuk membentuk satu kesatuan politis
tetapi politik yang tidak langsung dan reguler yang mendukung untuk minat itu
semua adalah secara kekuatan ekonomi penuh.
TINDAKAN
KOLEKTIF
Berdasarkan perilaku yang berpola bukan organisasi
formal, ungkapan yang paling utama seperti itu adalah tindakan via aspek pasar
yang timbal balik antara komoditas pertukaran-hubungan uang dan kredit.
Meskipun Folbre mencatat dengan teliti itu tentang definisi pergeseran
kepentingan dan mengubah berbagai kemungkinan bagi pencapaian kepentingan
kelompok untuk menciptakan suatu lingkungan strategis yang jauh lebih rumit,
itu semua hanya ada dua dasar yang bersumber pada kelas dan jenis kelamin (
1994:38), di dalam fakta historis, dalam perdagangan oligopoly local, jarang
membuat kesalahan taktis.
ASPEK GENDER
DAN PASAR TRADISIONAL
TEORI DAN
METODOLOGI
Aspek kultur telah dibantah sebagai aspek yang
berperan dalam memberi pengaruh tekanan untuk perubahan dibanding institusi
sosial, tidak ada yang lebih berpengaruh dibanding lingkungan social/keluarga
(Ensminger 1992);
Folbre 1994). Folbre membantah keduanya, ideologi
jenis kelamin dan hubungan antar jenis kelamin adalah institusi sosial yang
erat kaitannya dengan lingkungan social yang lebih luas, sebagai catatan bagi
para wanita adalah tentang pemeliharaan dan perlindungan hidup, mereka
cenderung bekerja untuk peran yang lebih besar, yaitu mencoba untuk berkompromi
bagi parawanita yang memiliki kapasitas untuk mengimbangi dominasi ideology
para kaum pria dan pengendali bagi hak milik mereka.
ISU GENDER
DALAM PASAR TRADISIONAL/PEDAGANG KECIL DI MASYARAKAT INDIA
Dalam dunia perdagangan lingkup kecil/tradisional,
isu gender sangat dominan. Ketiadaan hak kepemilikan atau mengendalikan atas
hak milik kebendaan atau hal yang dipersamakan dengan itu, barang-barang
kebutuhan pokok yang sesuai bagi para pria dan wanita memungkinkan
wanita-wanita untuk berperan serta sesuai kelas ekonomi dan posisi kasta/suku
bangsa sosial mereka.
Pertama, secara langsung, wanita-wanita dari kasta/suku
bangsa yang sangat miskin, rendah dan wanita yang menjadi kepala rumah tangga,
terbatas dan tidak berarti dan sering juga sesuai musim yang ada, ke orientasi
penghidupan dan reproduksi sederhana, aktivitas dan posisi tertentu di dalam
sistem (terutama pengolahan dan penjualan eceran), pertalian wilayah lokal,
lokasi pasar dan transaksi tidak resmi dengan uang tunai.
Ke dua, wanita-wanita digunakan untuk perluasan dan
reproduksi kasta- kasta/suku bangsa lebih tinggi dan lebih besar atas
pertolongan mas kawin mereka pada perkawinan dan dalam praktek terjadi
pendaftaran dengan nama samaran dalam suatu perusahaan dagang dengan suatu nama
wanita-wanita pada umumnya untuk tujuan menghindari pajak.
Ketiga, di masa lalu dalam perusahaan kecil milik
keluarga, upah/gaji anggota keluarga wanita diatur dengan ketentuan bahwa
bagian dari upah tenaga kerja di perusahaan dalam bentuk penyediaan makanan
(melalui dengan komersialisasi tenaga kerja, praktek pembayaran yang sangat
minim, atau dirinya sendiri diperdagangkan.
Keempat, para pekerja upah kebetulan para wanita
dari kelas yang rendah , tenaga kerja sebagian besar di penggilingan padi dan
prosessebelum penggilingan. Para pekerja wanita yang bekerja di penggilingan
dan memiliki kebebasan menentukan nasibnya sendiri jarang ditemukan.
Eksploitasi seksual terhadap pekerja wanita oleh
dominasi pria selalu terjadi. Dalam pasar tradisional/pedagang kecil masyarakat
India secara keseluruhan senantiasa terjadi proses karakterisasi merendahkan
derajat wanita oleh kaum pria. Antisipasi untuk merubah kebiasaan/kultur
tersebut belum banyak dilakukan.
LEMBAGA-LEMBAGA
EKONOMI-MIKRO
TEORI DAN
METODOLOGI
Beberapa jenis usaha sistematis telah dibuat dalam
rangka memperbaiki teori yang telah ter-reduksi dan melalui penghampiran dalam
istilah pasar dan dalam rangka menjawab pertanyaan tentang pengertian lembaga.
Kontribusi yang metodologis dari para ahli teori organisasi industri, ekonomi
kelembagaan baru, dan pendekatan sistem komoditas ditinjau dengan singkat di
bawah ini. Kerangka empiris yang paling awal telah diadopsi dari ekonomi
organisasi industri yaitu J.S.Bain dan sekolahnya yang diperkenalkan untuk
menyelidiki melalui uraian seksama kemungkinan tentang prediksi regular dari
hubungan struktur pasar dan perilaku ( Bain 1959).
EKONOMI
BIAYA-BIAYA TRANSAKSI ( TCE)
Pendekatan yang kedua tentang pengertian yang
mendalam ekonomi biaya-biaya transaksi ( TCE) dan bentuk-bentuk pasar dan
perusahaan. Institusi pasar secara konseptual seperti menjawab permasalahan
organisasi informasi, tentang transaksi dan tentang hak milik, di bawah
kondisi-kondisi tentang lingkungan dan factor biologi serta aspek
ketidak-menentuan, perilaku oportunis dan membatasi rasionalitas.
Lembaga-lembaga mikro-ekonomi akan mencerminkan biaya-biaya ini, ketidak-pastian
dan hubungan ekonomi dan telah menjadi konsep minimalis. Seperti biaya-biaya
dan ketidak-pastian ( Bardhan 1989; 1989b North; Williamson 1985).
Biaya-biaya transaksi telah sering digunakan dalam
pengurangan di praktek-praktek dunia usaha, dan hal ini dilakukan dalam
berbagai cara. Tanpa tergantung dengan isu apakah perusahaan meminimalisir
biaya-biaya transaksi, satu rangkaian hipotesis empiris telah dihasilkan (
Marion et Al.1986)
Peningkatan Biaya-Biaya Transaksi itu, ceteris
paribus, dengan memperpanjang jarak, konsentrasi pasar, system yang kompleks,
dan mengurangi hak-hak kepemilikan, dan itu TCS mengimbangi dengan hubungan
kerjasama, perjanjian standar tentang penggunaan teknologi untuk kualitas dan
kuantitas barang, dan spesifikasi penanaman investasi.
Ada hal-hal yang lebih penting dari sekedar
biaya-biaya tersebut bagaimanapun, oleh karena antar berbagai variasi bentuk
perusahaan, industri kecil mempekerjakan tenaga kerja atau keluarga sebagai
alternatif pekerjaan untuk beraktivitas. Dan sampai saat ini, riset kelembagaan
meliputi banyak hal atas dasar pemikiran untuk pengaturan yang sesuai kontrak
dalam suatu cakupan luas tentang pasar hasil-hasil perkebunan dan pertanian
telah menunjukkan bahwa ini tidak terkait dalam menentukan arah bagi teknik
karakteristik panen, ke kondisi-kondisi tentang produksi pertanian atau hasil
yang didapat ( Jaffee, 1990).
SISTEM
KOMODITAS
Kerangka metodologis yang ketiga muncul dari
pengenalan yang empiris tentang semakin besar kompleksitas dari lembaga pasar,
dibanding produksi. Sedangkan SCP telah dikembangkan untuk satu lapisan
transaksi, pasar di sini dipahami dalam perspektif vertical dengan format
sistem, seperti berbagai macam dan tingkatan yang saling tergantung antara
industri dan aktivitas dunia perdagangan, keputusan, perpindahan kepemilikan
dan formasi harga.
Satu rangkaian kegiatan teknis membentuk sebuah
kerangka sistem. Hal seperti itu seperti susunan system analisa, penyimpanan,
transformasi, re-distribusi dan konsumsi, pencairan dalam berbagai bentuk oleh
transportasi dan kredit. Tiga jenis analisa memperluas kerangka system
tersebut, biaya-biaya dan margin pada setiap sektor, lokasi (tempat, volume dan
kelengkapan) dan akhirnya, hubungan sosial di dunia perdagangan termasuk point
utama dari kekuatan ekonomi ( Leplaideur 1992).
ORGANISASI DAN KERJA SAMA DALAM INDUSTRI KECIL DI
INDIA
Standar nilai dari pendekatan kelembagaan lama ke
baru ini adalah bahwa ada pemahaman yang simpang siur tentang identifikasi dari
point utama kelembagaan. Anek ragam produk, Hak milik Dan Organisasi,
Kondisi-Kondisi yang ada, Aktivitas, Informasi dan formasi harga dan
indicator-indikator lainnya akan dibahas selanjutnya.
KEANEKA-RAGAMAN
PRODUK
Beras merupakan komoditasyang tidak homogen. Di
India Selatan, 20 variasi beras mempunyai harga sendiri dari masing-masing
varietas. Harga cenderung sensitive meningkat bagi varietas yang berkualitas
dengan kemungkinan bagi penggantian yang dipaksa dan terus meningkat secara
menyeluruh, perubahan musim, lokasi. Pasar khusus beras menjadi sebuah corak
tersendiri bagi ekonomi pasar.
HAK MILIK
Sistem pengendalian untuk menyempurnakan dan
variable kapital yang meliputi suatu perusahaan perdagangan tradisional sangat
kompleks. Format kelembagaan secara umum meliputi:
1. Yang
menyangkut Ketenaga-kerjaan, pada suatu skala sempit atau pada suatu perusahaan
keluarga. Perdagangan yang penuh kecurangan dapat dianalogikan sebagai produksi
komoditas produksi yang timpang dan tidak ada satu format kapitalis untuk upah
yang seimbang dan untuk kekurangan kapasitas tersebut berakibat pada perluasan
reproduksi.
2. Perusahaan
Pribadi, dengan kombinasi keluarga dan standar upah dengan standar pribadi atau
kepemilikan perusahaan, dengan modal dari dalam negeri atau pun modal asing.
3. Kerjasama
dilakukan tetapi kadang tanpa dengan persoalan upah tenaga kerja
4. Perdagangan
dalam sebuah negara yaitu tentang kepemilikan yang bervariasi dari
ketergantungan yang cukup kompleks pada negara dalam hal kepemilikn modal pada
suatu perusahaan, kerja sama dalam penyediaan perusahaan terlepas dari negara..
KONDISI-KONDISI
KOMPETITIF
Demikian juga, kondisi-kondisi persaingan dalam
mendapatkan hasil produksi dan sistem perdagangan sangat bervariasi terutama
dalam hal kepemilikan. Bhan masukan yang penting adalah tentang masalah sosial
(kasta/suku bangsa dan jenis kelamin) dibanding masalah ekonomi, meskipun
demikian pada masa mendatang diperlukan untuk menguasai informasi, keuangan dan
aspek hubungan dalam perdagangan tradisional.
AKTIVITAS
Fungsi yang dilakukan oleh perusahaan dalam
pen-eksistensi-an pasar tidaklah terbatas pada pembelian dan penjualan. Paling
tidak, perusahaan perdagangan boleh membeli, menjual, sebagai perantara,
membuka toko, pengangkutan dan proses, produksi , pembiayaan produksi dan
biaya-biaya yang ada dalam perdagangan. Jenis kombinasi aktivitas tidak
berhubungan erat dengan sistem pemasaran atau dengan kondisi-kondisi
persaingan. Penilaian kinerja dikompromikan secara serius oleh pola
pembandingan satu sama lainSama halnya seperti sebuah produk hasil perusahaan
yang beredar di pasar.
FORMASI
HARGA
Nilai kemungkinan dari formasi harga bukan pasar
dalam pasar agrikultur harus dibolehkan. Gagasan tentang keputusan transaksi
dengan sukarela diambil ( tanpa tergantung dengan kelengkapan informasi) adalah
keliru. Jika keputusan adalah sukarela, tiap-tiap keputusan akan didahului oleh
suatu keputusan untuk memutuskan. Kurang lebih spekulasi yang ada pada pasar
tradisional merupakan sesuatu yang cukup penting dalam perdagangan yang lebih
luas, misalnya produksi beras.
KONTRAK
Bentuk kerja sama pada umumnya berkaitan dengan
perjanjian-perjanjian dimasa mendatang, penentuan, pengulangan atau membentuk
hubungan dalam perpindahan internal. Mereka boleh mempengaruhi perpindahan
mengenai hak-hak dari pengawasan yang tidak hanya terukur dengan uang tetapi
juga terukur dengan keandalan, mutu, loyalas ( Jagganathan 1987). Asosiasi
jaringan sosial dengan hubungan kerja sama merupakan mekanisme untuk memperkuat
konsolidasi dalam pasar, untuk mencegah intervensi luar, juga untuk
mengendalikan arus informasi dan untuk menjaga komitmen tenaga kerja.
PRESTASI/PENENTUAN
KINERJA
Inovasi tentang pencapaian prestasi ada tiga hal,
teknologi, organisasi dan keuangan. Belakangan ini melibatkan beberapa
tingkatan kurang lebih yang berperan dalam dunia usaha, para perantara yang
meminjamkan permodalan sampai pada saat panen tiba, sehingga pada akhirnya
pembayaran kembali dengan cara pembelian hasil panen dengan harga yang rendah
dengan dipotong sejumlah pinjaman modal yang diterima sebelum panen. Dalam
kondisi seperti ini, pecapaian kinerja/prestasi dalam pasar sangat ditentukan
oleh analisa peng-integrasian harga ( Palaskas dan Harris-White 1993) yang
diberlakukan bagi tiga bahan pokok di Barat Bengal dan Tamil Nadu tidak efisien
dalam jangka pendek..
LEMBAGA-LEMBAGA EKONOMI MAKRO: PASAR DAN
NEGARA-LEMBAGA-LEMBAGA PENENTU KEBIJAKAN.
Suatu pasar agar mampu berfungsi secara efisien dan
memiliki daya saing tinggi, harus distabilkan dengan cara :
1. Kepemilikan
untuk pertukaran hak milik
2. Konvensi
tentang lingkup perilaku ekonomi
3. Definisi
tentang legitimasi proyek
4. Aturan
main tentang formasi harga
5. Konvensi
tentang kewajiban
6. Sanksi
hukum untuk tindak kecurangan
KESIMPULAN
Kondisi riil pasar tradisional di India ternyata
jauh berbeda dari contoh yang sempurna secara teoritis dan mengungkapkan banyak
hal tentang ideology/budaya yang alami. Pasar untuk komoditas ditentukan benar
oleh spesifikasi pasar itu sendiri, dan terpisah dari system ekonomi pasar.
Pasar riil tidak mengurangi peran perusahaan dengan format organisasi yang
sebanding dan secara kontroversial, dengan hasil yang sebanding pula..
Aktivitas perusahaan dalam pasar penuh
ketidak-pastian. Pasar tidaklah ditujukan hanya bagi perdagangan, tetapi bagi
perdagangan dan banyak lain aktivitas. Akumulasi dari perdagangan tidak bisa
dibedakan dari akumulasi pada umumnya. Institusi berguna secara teoritis dan
(dan untuk beberapa pendapat masih kontradiksi) dalam praktek terpisah dengan
negara, masyarakat sipil dan pasar, perusahaan dan keluarga.
Suatu analisa empiris tentang pasar tardisional di
Asia Selatan sangat berbeda jauh dengn teori , terutama sekali berkenaan dengan
penjelasan keanekaragaman dan kompleksitas yang ada dalam lingkungannya,
hubungan antar pasar dan pertukaran bukan pasar dan lain macam distribusi dan
penjelasan tentang penentuan dan perubahan.
Masing-Masing pendekatan meninjau dengan
perkecualian yang mungkin melalui pendekatan sistem, telah diilhami secara
langsung oleh pertanyaan teoritis dan tidak bisa terlepas dari konsep/teori
yang ada . SCP mempunyai kaitan dengan kesejahteraan dan dampak efisiensi
struktur pasar, TCE dengan peran institusi dalam meminimalisir biaya-biaya
transaksi, politik ekonomi dengan aturan main dalam pasar pada perubahan bentuk
produksi dan dengan begitu ada penentuan tentang struktur dan perilaku.
Metode analisis empiris yang berwawasan luas
menggunakan kerangka SCP yang horisontal di samping kerangka sistem yang
vertikal, sensitifitas biaya-biaya transaksi dan analisa ekonomi dan pembedaan
jenis kelamin di dalam sistem pemasaran merupakan kebenaran dari semua isu
teoritis ini dan hubungan empirisme yang bervariasi antara kerangka sistem dan
pasar yang riil memberikan mereka fasilitas tersebut.
Jadi sudah ada titik terang bahwa semua
peng-klasifikasian ini merupakan cara pandang dan langkah pertama dalam dunia
usaha yang lebih nyata untuk pengembangan teori perubahan kelembagaan, tentang
teori interaksi kelembagaan dan riset empiris mereka mungkin telah dievaluasi.
Kerangka metodologis ini semua membawa implikasi yang sama untuk skala dan tipe
empiris. Mereka memerlukan penelitian dengan cermat dan teliti di semua
tingkatan perusahaan dan lokasi. Tidak ada jalan pintas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar