Tentu tidak asing lagi bagi kita dalam berbagai
versi sejarah tentang Nippon alias Jepang, dengan simbol ‘Jepang pemimpin,
pelindung, dan cahaya Asia”. Mampu Mengilhami setiap generasi japannes untuk
selalu menjadi yang “ter” dalam segala hal di daratan asia bahkan dunia. sebuah
catatan penting tentang semangat juang negeri Sakura tersebut kalau kita telaah
lebih mendalam ternyata menjadikan sebuah spirit yang luar biasa, tidak hanya
untuk bangsa jepang sendiri tetapi untuk bangsa-bangsa lain di luar jepang,
bahkan lintas generasi.
Sebagai negara kecil dengan potensi Sumberdaya alam
yang tergolong minus, -baca: seadanya- menjadikan jepang berpikir dua kali
untuk menghidupi seluruh rakyatnya. Mereka sadar bahwa jika mengandalkan potensi
alam yang dimilikinya maka mereka -jangka panjang- akan mengalami kondisi yang
sangat sulit. Dengan wujud kesadaran itu – terlepas Jepang sebagai penjajah-
Sehingga pemimpin besar jepang, Akihito merubah orientasi pengembangan dari
pendekatan sumberdaya alam menjadi pengembangan sumberdaya manusia.
Perubahan struktur tersebut bukan tanpa liku,
tetapi penuh lika-liku dan membutuhkan beberapa dekade. Singkat cerita, jepang
menjadi seperti saat ini. Sumberdaya manusianya yang matang dan profesional, insfrastruktur
yang sangat memadai, bahkan perekonomiannya termasuk salah satu yang terbaik di
dunia….yah, itulah jepang saat ini.
Semua itu, menurut saya tidak lain adalah semangat
yang luar biasa yang ditanamkan oleh pemimpin negeri sakura tersebut dengan
motto seperti di atas. Dengan keterbatasan yang dimiliki mampu membakar
semangat anak-anak sakura menjadi yang “ter” tadi..apakah perubahan yang sangat
ekstrem tersebut Luar biasa…??? Saya kira tidak. Sebab kalau kita cermati, apa
yang dilakukan oleh jepang adalah sesuatu yang sederhana, bukanlah perkara yang
istimewa. Ada 3 hal yang menurut saya yang dilakukan oleh Jepang:
1. Komitmen bersama
Hal ini bisa diartikan bahwa jepang dengan semangat
yang tinggi dalam bekerja dan dilandasi oleh komitmen bersama dengan
mengedepankan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi atau golongan
masing-masing mampu merubah segalanya. Yang selama ini sulit dicerna akal sehat
apalagi sampai dibayangkan ternyata jepang bisa.
2. Etos kerja yang tinggi
Secara teori manajemen, logis jika jepang mempunyai
semangat/etos kerja yang tinggi. Dibanding negara-negara yang lain. Mengapa,
keberadaan, kepemilikan, dan kenyataan bahwa jepang bukan negeri yang makmur
tetapi mempunyai potensi sumberdaya yang luar biasa menjadikan mata mereka
terbuka lebar. Mereka menyadari akan keterbatasan tersebut, sehingga mereka
memanfaatkan betul potensi yang dimilikinya untuk kemajuan mereka.
3. Profesional
Dalam teori perencanaan Pembangungan sering di
ajarkan tentang Cluster Models atau pemahaman yang sederhana adalah bagaimana
menjadikan potensi di daerah masing-masing di kelola dengan baik sesuai dengan
identitas, kultur, input dll. Sehingga akan membentuk kondisi ekonomi/usaha
yang lebih efisien dan efektif karena mengelompok, tentunya didukung oleh
beberapa pihak misalnya pemerintah –pendanaan-.
Jepang, saya kira memanfaatkan teori ini. Bagaimana
memanfaatkan sumberdaya di daerah dengan segala potensinya di manfaatkan untuk
membuat produk sesuai dengan kultur yang ada. Maka jepang di istilahkan sebagai
negara yang Maju tetapi masih mempertahankan kultur atau jati dirinya, jepang
sebagai jepang apa adanya. Hubungan dengan sub tema di atas adalah bahwa
keberadaan/kepemilikan yang ada dilaksanakan dengan sebaik mungkin atau istilah
populernya adalah profesional, seperti yang saya maksud dalam subtema tersebut.
Maka prinsip profesional tersebut benar-benar dijalankan oleh jepang hingga
kini…..
Bagaimana dengan negara kita…INDONESIA??? Negeri
yang kata orang “gemah ripah loh jinawi’, surga dunia, kayu di tanamkan
dimanapun bisa tumbuh, garis katulistiwa…..atau apaun lah julukan untuk negeri
ini….. saya kira benar juga statemen itu, tanah luas, hutan banyak, laut
membentang dari sabang sampai merauke….potensi laut yang sangat luar biasa. Manusianya
239 juta…….apalagi???…tidak ada kata lain selain LUAR BIASA….namun, negeri yang
menjadi surga-nya dunia ini seakan-akan hanya Antah berantah. Kita punya
segalanya, tetapi kita belum bisa seperti jepang yang tidak punya apa-apa. Ada
apa dengan Indonesia?
Mari secara
Simbolik kita bandingkan dengan Jepang.
Dengan jumlah penduduk yang 239 juta, betapa
sulitnya mendapatkan pemain sepakbola yang profesional yang jumlahnya hanya 11
orang, sedangkan jepang dengan penduduk yang 175 juta, ternyata sampai pada 16
besar “the greatest football in Africa”……
Mungkinkah Indonesia di ciptakan untuk memberi
kehidupan orang lain atau kita hanya dititipi Indonesia untuk orang
lain…wallahu a’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar