FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Minggu, 17 Juni 2012

Tragedi Sepak Bola Indonesia


Dalam beberapa minggu ini berbagai media sibuk dan mengupas polemik sepakbola indonesia, apalagi kalau bukan keberadaan Liga Primer Indonesia atau LPI. bahkan beberapa stasiun televisi mengekspos besar-besaran dan menjadi tayangan utama, tidak hanya sekali, tetapi beberapa kali bahkan sampai saat ini.

Sebagai salah satu pecinta sepak bola nasional tentu saya sangat prihatin dengan konflik yang melanda otoritas persepakbolaan Indonesia. keberadaan bayi ajaib bernama Liga Primer Indonesia atau lebih populer dengan LPI seakan membawa masalah di tubuh PSSI sebagai otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia dan mereka (PSSI) seakan kebakaran jenggot. dengan dalil peraturan FIFA dan AFC PSSI melarang keberadaan LPI untuk melaksanakan kegiatan persepak bolaan di tanah air ini. bahkan PSSI sangat super sibuk menghambat kegiatan LPI yang akan dimulai pada 8 Januari 2011 dengan berbagai cara termasuk melapor dan meminta kepada Aparat kepolisian untuk tidak mengizinkan setiap pertandingan sepak bola yang diadakan oleh LPI. Aneh...!!!

banyak yang mempertanyakan sikap PSSI ini? sebenarnya Apasih penyebabnya sehingga begitu "marahnya" PSSI terhadap keberadaan LPI? kalaupun PSSI menganggap ilegal dan LPI dianggap sepak bola TARKAM kenapa harus ditakutkan? bukankah banyak sekali pertandingan TARKAM-TARKAM yang lain?

saya mencoba menganalisis kecil-kecilan "ketakutan" PSSI.

1.     Telah terjadi "migrasi" beberapa Klub ISL yang selama ini bergabung dengan PSSI, seperti Persema, persibo, dan PSM dan sangat mungkin beberapa klub besar lainnya akan bergabung dengan LPI.
2.     Kepercayaan Publik terhadap PSSI semakin mengendur.
3.     PSSI merasa akan ada "Kudeta" di persepak bolaan nasional.

persoalan yang mulanya hanya wacana sekarang menjadi polemik nyata yang melibatkan semua komponen persepak bolaan nasional. secara pribadi, saya melihat keberadaannya biasa-biasa saja dan bahkan kalau dipahami lebih mendalam adanya LPI akan menjadi kompetitor persepak bolaan Indonesia dan tentunya akan lebih baik lagi.

menurut saya, sikap PSSI lebih kepada Politis dari pada prestasi. kondisi ini bisa dilihat dari ancaman yang diberikan oleh PSSI kepada Klub, Pemain dan otoritas klub terkait. sehingga Irfan bachdim, Kim Kurniawan dan beberapa pemain potensial lainnya terancam tidak dapat memperkuat Tim nasional U-23, padahal mereka sangat berkomitmen untuk memajukan persepakbolaan Indonesia yang mengalami beberapa episode buruk dalam satu dekade terakhir. hal ini dibuktikan dengan kepindahan kewarganegaraan mereka.

yang saya tidak habis pikir, ada beberapa hal yang tidak disadari oleh para pejabat PSSI:

1.     Prestasi Sepak bola timnas Indonesia seakan mengalami kemunduran luar biasa. terbukti tidak ada prestasi yang membanggakan sama sekali dalam 7 tahun kepemimpinan Nurdin Halid. jikapun kemarin mampu menjadi Runner Up di piala AFF tidak lain karena main di kandang, tetapi ketika sekali saja keluar kandang (Vs Malaysia) kita Hancur berkeping-keping.
2.     liga Indonesia pun juga lebih tragis, sama sekali tidak mampu bersaing di luar. jangankan dilevel Asia, level ASEAN pun kita tidak berkutik.
3.     pembinaan pemain usia dini pun terasa gagal, terbukti dari hasil latihan di Uruguay, Timnas kita babak belur dan nyaris tanpa kemenangan. (lihat di Web PSSI).
4.     dari 239 juta penduduk Indonesia, kenapa sangat sulit mencari 11 pemain berbakat. Italia, Prancis, Inggris, Spanyol, Argentina, dan Portugal penduduknya sama dengan "hanya" satu Indonesia mampu menghasilkan Ribuan pemain berbakat. Alangkah Bodohnya....!!!

wahai para pejabat PSSI, Kami dan seluruh rakyat Indonesia rindu prestasi sepak bola nasional kita. bukan politisasi sepak bola atas nama Komitmen kebangsaan, bukan mimpi-mimpi yang kalian berikan, bukan janji yang kau tebarkan. kami butuh fakta......bukan Three Lyons, bukan Azzuri, bukan selecao ataupun bukan Les Blues tetapi di dada kami hanya ada GARUDA....................kalau kalian tidak sanggup membawa prestasi sepak bola Nasional, MUNDURLAH....!!!!  itu lebih baik dan diganti oleh orang-orang yang benar-benar berkomitmen membawa prestasi sepakbola nasional BUKAN jabatan, uang dan gengsi dari sepakbola. kecuali jika kalian TIDAK SADAR KALAU KALIAN TELAH GAGAL MEMBAWA PRESTASI sepakbola Indonesia, sekalian Hancurkan sepakbola Indonesia....

Hanya Untuk Indonesia......

Tidak ada komentar: