Dalam beberapa minggu ini berbagai media sibuk dan
mengupas polemik sepakbola indonesia, apalagi kalau bukan keberadaan Liga
Primer Indonesia atau LPI. bahkan beberapa stasiun televisi mengekspos
besar-besaran dan menjadi tayangan utama, tidak hanya sekali, tetapi beberapa
kali bahkan sampai saat ini.
Sebagai salah satu pecinta sepak bola nasional tentu
saya sangat prihatin dengan konflik yang melanda otoritas persepakbolaan
Indonesia. keberadaan bayi ajaib bernama Liga Primer Indonesia atau lebih
populer dengan LPI seakan membawa masalah di tubuh PSSI sebagai otoritas sepak
bola tertinggi di Indonesia dan mereka (PSSI) seakan kebakaran jenggot. dengan dalil
peraturan FIFA dan AFC PSSI melarang keberadaan LPI untuk melaksanakan kegiatan
persepak bolaan di tanah air ini. bahkan PSSI sangat super sibuk menghambat
kegiatan LPI yang akan dimulai pada 8 Januari 2011 dengan berbagai cara
termasuk melapor dan meminta kepada Aparat kepolisian untuk tidak mengizinkan
setiap pertandingan sepak bola yang diadakan oleh LPI. Aneh...!!!
banyak yang mempertanyakan sikap PSSI ini?
sebenarnya Apasih penyebabnya sehingga begitu "marahnya" PSSI
terhadap keberadaan LPI? kalaupun PSSI menganggap ilegal dan LPI dianggap sepak
bola TARKAM kenapa harus ditakutkan? bukankah banyak sekali pertandingan
TARKAM-TARKAM yang lain?
saya mencoba menganalisis kecil-kecilan
"ketakutan" PSSI.
1. Telah terjadi "migrasi"
beberapa Klub ISL yang selama ini bergabung dengan PSSI, seperti Persema,
persibo, dan PSM dan sangat mungkin beberapa klub besar lainnya akan bergabung
dengan LPI.
2. Kepercayaan Publik terhadap PSSI
semakin mengendur.
3. PSSI merasa akan ada
"Kudeta" di persepak bolaan nasional.
persoalan yang mulanya hanya wacana sekarang menjadi
polemik nyata yang melibatkan semua komponen persepak bolaan nasional. secara
pribadi, saya melihat keberadaannya biasa-biasa saja dan bahkan kalau dipahami
lebih mendalam adanya LPI akan menjadi kompetitor persepak bolaan Indonesia dan
tentunya akan lebih baik lagi.
menurut saya, sikap PSSI lebih kepada Politis dari
pada prestasi. kondisi ini bisa dilihat dari ancaman yang diberikan oleh PSSI
kepada Klub, Pemain dan otoritas klub terkait. sehingga Irfan bachdim, Kim
Kurniawan dan beberapa pemain potensial lainnya terancam tidak dapat memperkuat
Tim nasional U-23, padahal mereka sangat berkomitmen untuk memajukan
persepakbolaan Indonesia yang mengalami beberapa episode buruk dalam satu
dekade terakhir. hal ini dibuktikan dengan kepindahan kewarganegaraan mereka.
yang saya tidak habis pikir, ada beberapa hal yang
tidak disadari oleh para pejabat PSSI:
1. Prestasi Sepak bola timnas
Indonesia seakan mengalami kemunduran luar biasa. terbukti tidak ada prestasi
yang membanggakan sama sekali dalam 7 tahun kepemimpinan Nurdin Halid. jikapun
kemarin mampu menjadi Runner Up di piala AFF tidak lain karena main di kandang,
tetapi ketika sekali saja keluar kandang (Vs Malaysia) kita Hancur
berkeping-keping.
2. liga Indonesia pun juga lebih
tragis, sama sekali tidak mampu bersaing di luar. jangankan dilevel Asia, level
ASEAN pun kita tidak berkutik.
3. pembinaan pemain usia dini pun
terasa gagal, terbukti dari hasil latihan di Uruguay, Timnas kita babak belur
dan nyaris tanpa kemenangan. (lihat di Web PSSI).
4. dari 239 juta penduduk Indonesia,
kenapa sangat sulit mencari 11 pemain berbakat. Italia, Prancis, Inggris,
Spanyol, Argentina, dan Portugal penduduknya sama dengan "hanya" satu
Indonesia mampu menghasilkan Ribuan pemain berbakat. Alangkah Bodohnya....!!!
wahai para pejabat PSSI, Kami dan seluruh rakyat
Indonesia rindu prestasi sepak bola nasional kita. bukan politisasi sepak bola
atas nama Komitmen kebangsaan, bukan mimpi-mimpi yang kalian berikan, bukan
janji yang kau tebarkan. kami butuh fakta......bukan Three Lyons, bukan Azzuri,
bukan selecao ataupun bukan Les Blues tetapi di dada kami hanya ada
GARUDA....................kalau kalian tidak sanggup membawa prestasi sepak
bola Nasional, MUNDURLAH....!!!! itu
lebih baik dan diganti oleh orang-orang yang benar-benar berkomitmen membawa
prestasi sepakbola nasional BUKAN jabatan, uang dan gengsi dari sepakbola.
kecuali jika kalian TIDAK SADAR KALAU KALIAN TELAH GAGAL MEMBAWA PRESTASI
sepakbola Indonesia, sekalian Hancurkan sepakbola Indonesia....
Hanya Untuk Indonesia......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar