Lembaga
pendidikan mempunyai keprihatinan yang sangat besar dengan tingginya jumlah
pengangguran, rendahnya minat kaum muda dalam berwirausaha dan terlebih lagi berdasarkan hasil survei Transparansi
Internasional (TI) terbaru, yang
menunjukkan bahwa pengusaha Indonesia
cenderung memberi suap dalam berbisnis. Oleh sebab itu institusi pendidikan
termasuk pesantren mempunyai kewajiban menyiapkan lulusannya agar mempunyai
jiwa entrepreneur yang bermoral,
sehingga lulusannya mampu menjadi pelaku bisnis atau wirausahawan yang baik dan
handal. Dalam penelitian ini akan dikaji faktor-faktor yang mempengaruhi
intensi berwirausaha di pesantren, yaitu metafora amanah, sikap pribadi, persepsi norma sosial, persepsi kendali perilaku, dan menganalisis pengaruhnya
masing-masing.
Populasi
penelitian adalah para santri pondok pesantren di Jawa Timur yang mempunyai
unit usaha yang cukup besar, yaitu tiga pesantren dengan sampel 128. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan model persamaaan struktural (Structural Equation Modeling atau
disingkat SEM).
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pesantren mampu menanamkan metafora amanah dengan
baik, sehingga persepsi amanah para santri juga
sangat baik, dan berpengaruh signifikan terhadap intensi berwirausaha melalui
norma sosial dan persepsi kendali perilaku. Sikap pribadi yang menekankan
keuntungan tidak terbukti berpengaruh terhadap intensi berwirausaha di kalangan
santri.
Keyword :
Intensi berwirausaha, metafora amanah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar