Nabi Muhammad SAW pernah berkata "bahwa nanti
akan terjadi, dimana Islam besar tetapi tinggal namanya" Al Hadits.
para peneliti barat pernah meneliti kemajuan
kuantitas umat islam di dunia, dilihat dari aspek trend quantity, dalam
penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa jumlah umat Islam mengalami kemajuan
yang sangat pesat dari segi kuantitas, namun mengalami penurunan kualitas
keberagamaannya. bahkan yang membuat agak aneh adalah terjadi eksodus keberagamaan
menjadi Islam secara besar-besaran di dunia barat.eksodus besar-besaran
tersebut karena terjadi kegelisahan dalam pola kehidupan mereka. mereka
menganggap keberagamaan yang selama ini diyakini kurang memberikan kedamaian
terhadap batin dan kehidupan bermasyarakat mereka dan menganggap Islam sebagai
ajaran yang solutif untuk merubah pola yang selama ini hedonis.
kejadian yang demikian ini tentu memberikan harapan
besar terhadap dunia islam dalam beberapa dekade terakhir ini, tinggal
bagaimana sekarang keyakinan yang di anggap benar tersebut dapat secara alamiah
mewarnai batin mereka. namun demikian besarnya Islam tidak semata-mata hanya
kuantitas tetapi -diharapkan- kualitas juga mengiringi kebesaran tersebut.
sebab besarnya Islam kalau hanya sebatas kuantitas percuma. islam hanya sebagai
rumah yang besar tetapi kosong isinya.
kenyataan bahwa kuantitas islam dalam beberapa
dekade terakhir menjadi kegelisahan tersendiri di kalangan ulama. mereka
mencoba untuk merubah islam secara kaffah, dengan cara mengembalikan islam
sesuai dengan ajaran ala qur'ani/sunnah rosul.
islam bukan agama yang anti perubahan, bahkan islam
secara tegas menyarankan kepada ummatnya untuk melakukan perubahan, namun bukan
perubahan yang mengacu pada urusan duniawiyah atau hedonis saja, seperti yang
selama ini dipahami oleh sebagian besar umat islam.
rasyid ridho pernah melakukan penelitian tentang
kemunduran islam dari masa ke masa. beliau memperoleh 3 penyebab utama
kemunduran di dunia islam: yaitu, umat islam terlalu mencintai permusuhan
-khususnya terhadap saudara seiman yang berbeda pemahaman-,umat islam tidak
mampu menginventarisir potensi keberagamaan yang dimilikinya, dan wahn....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar